Minggu, 20 April 2008

FW: [materi] attauhid alislamiyah

----- Original Message -----
Subject: [materi] attauhid alislamiyah
Date: Thu, 17 Apr 2008 15:24:33
From: Maman Abdul Rohman <maman_faitb@yahoo.com>
To: akang maman <mangutis@gmail.com>

Secara bahasa : 'Aqdun-'Aqooid berarti akal atau ikatan. Maksudnya yaitu ikatan yang mengikat manusia dengan aturan-aturan Allah dan nilai-nilai Islam. Sedangkan secara istilah : Aqidah ialah suatu yang wajib diyakini atau diimanai tanpa keraguan, diikrarkan dengan lisan dan diwujudkannya dalam amal perbuatan sehari-hari.    Aqidah meerupakan motor penggerak dan otak dalam kehidupan manusia sehingga apabila terjadi sedikit penyimpangan padanya, maka menimbulkan penyelewengan dari jalan yang lurus pada gerakan dan langkah yang dihasilkan.    Aqidah bagaikan pondasi bangunan. Dia harus dirancang dan dibangun terlebih dahulu sebelum merancang dan membangun bagian yang lain.Kualitas pondasi yang dibangun akan berpengaruh terhadap kualitas bangunan yang ditegakkan. Bangunan yang ingin dibangun itu sendiri adalah Islam yang sempurna (kamil), menyeluruh (syamil) dan benar (shohih).    Aqidah
merupakan misi dawah yang dibawa oleh Rasul Allah yang pertama sampai dengan yang terakhir yang tidak berubah-ubah karena pergantian zaman dan tempat, atau karena perbedaan golongan atau masyarakat (QS.42:13) (Aqidah Islam, Sayyid Sabiq, hal.18)    Hal-hal pokok yang terutama harus diyakini seseorang yang beriman adalah tentang eksistensi dan kebenaran Allah, kebenaran Islam dan kebenaran janji serta ancaman Allah (QS.4:136;21:25;16:35). Semakin kokoh keyakinan seseorang, maka akan semakin baik pula ibadah dan akhlaknya, karena aqidah bukan sekedar kepercayaan kepada Allah. Iman adalah keyakinan akan kemahasempurnaan Allah yang menumbuhkan keberanian dan kesiapan untruk mengatur hidup sesuai dengan yang dikehendaki-Nya. Aqidah harus menjelma menjadi sesuatu yang nyata - bukan sekadar hapalan tentang ilmu aqidah - dalam kehidupan.    Al-Quran telah mengungkapkan aqidah dengan " iman " dan syariat dengan
" amal shaleh (perbuatan yang baik)", seperti yang tersebut dalam QS.18:107-108 dan QS.16:97. Karena iman itu letaknya di hati, maka hati merupakan standar penilaian aqidah yang akan menentukan tempat kita di akhirat nanti (QS.26:88-89). Selain itu di dalam sebuah hadits dikatakan : "Sesungguhnya Allah tidak melihat pada rupa atau bentuk kamu, tidak juga kepada jasadmu, tetapi ia melihat kepada hati dan perbuatanmu."    Memahami aqidah dimulai dari tauhid (QS.112:1-4).Tauhid berasal dari kata wahhada yang berarti menjadikan satu. Tauhidullah merupakan dasar dari iman kepada Allah. Setiap muslim wajib menghayati hakikat tauhid yang diperintahkan Allah sebab dia merupakan landasan agama-Nya. Penerimaan tauhid menjadi penyebab keselamatan hidup manusia di dunia dan di akhirat dan mendapatkan imbalan syurga. Jenis tauhid
1. Tauhid uluhiyah   · Tauhid uluhiyah adalah pengesaan Allah dalam
peribadatan, kepatuhan, kecintaan, ketakutan, dan ketaatan secara mutlak. Tidak menghambakan diri kepada selain Allah dan tidak pula mempersekutukan-Nya dengan sesuatu yang lain baik yang ada di bumi maupun di langit.   2. Tauhid rububiyah   · Tauhid rububiyah adalah keyakinan bahwa Allah adalah satu-satunya pencipta semua makhluk dan penguasa seluruh alam. Pada hakikatnya tauhid rububiyah menuntut adanya tauhid uluhiyah. Keyakinan terhadap tauhid rububiyah saja dan bahkan sengaja membuat aturan menentang serta membuat tandingan-tandingan selain Allah, maka tauhid ini tidak memberi manfaat sedikitpun.Bahkan
dia telah berada di wilayah kemusyrikan (QS.10:106).   3. Tauhid asma dan sifat Allah  
· Allah memiliki 99 asmaul husna (nama yang baik) dan sifat-sifat yang tidak dimiliki oleh selain-Nya. Semuanya itu harus diyakini dengan sepenuh hati.  

Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.

____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.

http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

FW: 2. Ikhlasunniyah

Maman


----- Original Message -----
Subject: 2. Ikhlasunniyah
Date: Thu, 10 Apr 2008 4:12:39
From: Maman Abdul Rohman <maman_faitb@yahoo.com>
To: maman itb <maman107@students.itb.ac.id>

Secara bahasa ikhlas berasal dari kata khalasha yang berarti bersih/murni.
Sedangkan niat berarti al-qoshdu artinya, maksud atau tujuan. Ikhlassunniyah
berarti membersihkan maksud dan motivasi kepada Allah dari maksud dan niat lain.
Hanya mengkhususkan Allah azza wajalla sebagai tujuan dalam berbuat. Allah telah
memerintahkan kita untuk ikhlas dalam beramal dan beribadah kepadanya seperti
yang tercantum dalam QS.98:5; 7:29; 18:110. Pentingnya
Ikhlassunniyah

1.
Merupakan
ruhnya amal karena seperti badan yang tidak ada ruhnya, maka tanpa ikhlas amal;
sebagus apapun tidak ada artinya.  

2.
Salah satu
syarat diterimanya amal. "Allah azza wajalla tidak menerima amal kecuali apabila
dilaksanakan dengan ikhlas dalam mencari keridhoannya semata" (HR. Abu Daud dan
Nasai)  

3.
Syarat
diterimanya amal atau perbuatan:  

·
Bersungguh-sungguh
dalam melaksanakannya  

·
Ikhlas dalam
berniat  

·
Sesuai
dengan syariat Islam(al-Qur'an dan Sunnah)
 

4.
Penentu
nilai/kualitas suatu amal (QS.4:125),"Sesungguhnya segala amal perbuatan
tergantung pada niat, dan bahwasanya bagi tiap-tiap orang apa yang ia niatkan.
Maka barangsiapa hijrah menuju ridho Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu
kepada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa berhijrah kepada dunia (harta atau
kemegahan dunia) atau karena seorang wanita yang akan dinikahinya, maka
hijrahnya itu ke arah yang ditujunya."(HR.Bukhari- Muslim)
 

5.
Mendatangkan
berkah dan pahala dari Allah (QS.2:262; 4:145-146).
 

Cara-cara
untuk menumbuhkan niat yang ikhlas

1.
Mengetahui
arti keikhlasan dan urgensinya dalam beramal
 

2.
Menambah
pengetahuan tentang Allah swt dan hari kiamat. Dengan mengetahui ilmu
tentang-Nya, maka seseoang mengenal Allah swt dengan sebenar-benarnya tentulah
tidak akan berani berbuat syirik (menyekutukan Allah dengan selain-Nya di dalam
niatnya). Ia juga akan mempertimbangkan amal-amalnya dan balasannya nanti di
akhirat.  

3.
Memperbanyak
membaca/berinteraksi dengan al-Qur'an, karena al-Quran adalah penyembuh dari
segala penyakit dalam dada (QS.10:57) termasuk penyakit riya, ujub, dan sum'ah.
 

4.
Memperbanyak
amal-amal rahasia, sehingga kita terbiasa untuk beramal karena Allah semata
tanpa diketahui orang lain.  

5.
Menghindari
/ mengurangi saling memuji, karena dengan pujian terkadang orang jadi lalai
hatinya dan menjadi sombong.  

6.
Berdoa,
dengan tujuan agar selalu diberi keikhlasan dan dijauhi dari syirik. Doa yang
dicontohkan oleh Rasulullah saw : "Allahumma innii a'udzubika annusyrikabika
syaian a'lamuhu wa astaghfiruka lima laa a'lamuhu." (Ya Allah aku berlindung
kepada-Mu dari syirik kepada-Mu dalam perbuatan yang aku lakukan dan aku memohon
ampun kepada-Mu terhadap apa yang tidak aku ketahui.)  REFERENSI

·
Imam
al-Ghazali,Ibnu Razab al-Hambali,dan Ibnu Qoyyim al-Jauziyah,Pembersih Jiwa,
Pustaka.  

·
Ibnu
Taimiyah, Etika beramar ma'ruf nahi munkar,GIP.
 

·
Panduan
Aktivis Harokah,hal.42,al-ummah.  

" Meninggalkan AMAL karena manusia adalah
riya. Beramal karena manusia adalah syirik . IKHLAS beramal
adalah yang selamat dari keduanya." (Fudhail bin 'Iyadh)
__________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com

____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.

http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ